Abis latian pemadam…

20 11 2007

Huff.. hari ini lumayan melelahkan. Tadi pagi saya ama temen2 pelatihan berangkat ke biro K3LH buat latihan pemadam kebakaran. Masih dalam rangkaian pelatihan buat karyawan baru. Nah di sini kita diberikan materi tentang kebakaran, sebab2nya, serta cara2 mengendalikannya. Lumayan buat nambah2 pengetahuan en pengalaman.

Materi pertama disampaikan oleh Pak M. Yassin. Di sini beliau menyampaikan pengetahuan dasar mengenai kebakaran, seperti definisi apa itu Api dan Kebakaran. Beliau juga menjelaskan tentang segitiga Api, yaitu diagram (berbentuk segitiga) dimana setiap sudut merupakan faktor yang dapat menimbulkan api penyebab kebakaran, yaitu Oksigen (O2), Bahan Bakar, en Panas. Gambar di bawah ini mungkin bisa memperjelas. Gambar diambil dari www2.rgu.ac.uk.

fire-triangle.jpg

Selain pengetahuan dasar tentang apa itu api, beliau juga menjelaskan tentang perlunya menangani bahaya kebakaran sedini mungkin, seperti mematikan listrik atau kompor ketika keluar rumah. Selain itu juga dijelaskan tentang perlunya mengendalikan api sedini mungkin sebelum membesar dan menjadi kebakaran. Nah untuk materi pengendalian api dini ini, beliau menjelaskan tentang tata cara menggunakan APAR (alat pemadam api ringan). Itu lho, yang tabung merah buat madamin api yang biasa digantung di kantor2, seperti yang dibawa ama cewe di bawah ini. Gambar diambil dari www.buycostumes.com.

APAR

Nah, kadang2 kita sering melihat alat ini, entah itu di kantor, di rumah sakit, atau dimana aja. Saya sendiri juga sering lihat. Ternyata tanpa pengetahuan serta latihan, menggunakan alat ini ya susah2 gampang. Belum lagi harus memperhatikan spesifikasi APAR untuk masing2 kondisi kebakaran. Pada body tabung APAR biasanya tercantum kondisi kebakaran ringan yang dapat ditangani. Ada empat kondisi yang mungkin terjadi, biasanya ditandai dengan huruf alfabet, yaitu A, B, C, dan D. Alfabet A berarti APAR digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil/api pada benda2 keras non-logam (misalnya kayu), B berarti APAR digunakan untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh gas. C berarti APAR digunakan untuk memadamkan api pada benda2 listrik. Sedangkan D berarti APAR digunakan pada api yang timbul di benda2 logam. Ada juga APAR yang bisa digunakan pada kondisi A, B, dan C sekaligus. Hmm, mudah2an ingatan saya tentang APAR ini betul :D maklum, tadi ga nyatet, jadi bisa saja lupa. Tapi ya kira2 klasifikasinya seperti itu.

Abis penjelasan mengenai APAR, kami langsung praktek. Di lapangan sudah tersedia parit kecil dengan panjang sekitar 5 meter, yang sudah dialiri bahan bakar. Jadi ceritanya parit dibakar en kami disuruh memadamkan api cuma dengan APAR. Apinya lumayan besar. Jarak sekitar 10 meter saja terasa panas. Tapi kalo tau tekniknya ternyata cukup mudah untuk memadamkannya. Pertama harus dilihat dulu arah tiupan angin. Penyemprotan APAR dilakukan mengikuti arah angin, tapi tidak langsung ke sumber api, melainkan hanya di bibir parit saja. Penyemprotan juga dilakukan dari ujung ke ujung pelan2. Kalau terburu-buru pasti akan kesusahan. Belum lagi harus ngangkat tabung APAR yang beratnya sekitar 14 Kg (tergantung besar tabung) kalau terisi penuh.

dscn2947.jpg

Setelah praktek pemadaman api ringan, pelajaran pun dilanjutkan dengan materi teknik2 pemadaman api skala besar. Lumayan, sempet di tes fisik juga. Tes fisiknya sih cuma disuru megang selang :D. Tapi kalo pas lagi ada aernya, tuh selang bisa bertekanan 10 Kg ke atas. Lumayan, kalo orang dengan badan kecil kayak saya ini bisa dengan mudah terlempar kalo kuda2 awal serta cara memegang selang nggak pas.

tesfisik.jpg

Abis tes fisik, saya dan teman2 istirahat. Setelah istirahat, dibentuklah 3 regu. 2 regu terdiri dari 4 orang, sisanya terdiri dari 5 orang. Kebetulan saya ada di regu 3 yang terdiri dari 5 orang, 3 cowo 2 cewe. Dalam tiap regu terdapat 2 orang yang bertindak sebagai nozzle man, sisanya bertindak sebagai helper dan komandan regu. Masing2 regu juga diajarkan tentang teknik2 pemadaman, termasuk cara memegang selang, menggulung serta melempar selang, cara menyambung dan melepas selang, dan lain sebagainya. Setelah itu masing2 regu mulai melakukan praktek/simulasi pemadaman compressor yang sebelumnya didahului dengan contoh simulasi dari regu pemadam.

Api yang harus dipadamkan ternyata cukup besar juga. Jarak 20 – 30 meter pun terasa panas. Masing2 regu bergiliran memadamkan api, yang dibantu juga oleh tim pemadam yang asli. Pemadaman dilakukan dengan membuat tameng air sehingga komandan regu bisa menutup valve compressor. Valve ditutup agar bahan bakar sumber api bisa dihilangkan. Ternyata berat juga pekerjaan ini. Kalau koordinasi tidak ada, salah2 malah bisa kebakar, walaupun sudah dikasi jaket serta helm pelindung. Sayang foto waktu pemadaman ga ada. Padahal seru juga, basah2an. Saya malah sempat kena semprot temen saya waktu sama2 jadi nozzle man. Lumayan juga rasanya kena semprot air bertekanan tinggi, langsung ke muka.

Fiuhh, pengalaman hari ini cukup berharga. Paling tidak saya sudah ada pengalaman jadi pemadam kebakaran, walaupun sekali dan belum begitu bagus karena baru pertama kali. Selain itu saya juga bisa lebih menghargai kerja petugas pemadam kebakaran, yang walau keliatannya terlihat sepele, ternyata kalau dikerjakan sendiri akan terasa susah. Saya juga merasa pengetahuan seperti ini harusnya lebih disosialisasikan, lewat sekolah misalnya. Apalagi kasus2 kebakaran di sekitar kita kebanyakan terjadi karena hal2 sepele (kompor, rokok, dll), yang apabila bisa ditangani lebih awal, dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Yah setidaknya kita tau cara2 pencegahan serta pengendalian terhadap kebakaran. Karena seperti pepatah, api kecil jadi kawan, api besar jadi lawan (eh bener ga ya? :P).

selang.jpg

 

team1.jpg

firetruck.jpg








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.